Rabu, 22 Agustus 2012

Desain jaringan LAN


CONTOH DESAIN JARINGAN LAN

Cara membuat suatu LAN yang sederhana untuk satu atau dua buah server dan hingga 12 buah workstation relatif sangat mudah dilakukan. Cukup dengan menghubungkan server dan workstation tersebut dengan suatu HUB atau Switch, maka kita sudah dapat membuat suatu LAN yang dapat bekerja dengan baik.
Namun jika jumlah server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai atau gedung yang berlainan, seperti jaringan untuk kampus dan hotel, maka perencanaan atau desain suatu LAN tidaklah terlalu mudah. Banyak faktor-faktor yang harus kita perhatikan agar LAN dapat bekerja dengan baik dan dapat mengatasi arus lalulintas data. Faktor-faktor tersebut antara lain:
  1. Bagaimana membuat jalur yang dapat berfungsi secara optimal? 
  2. Bagaimana memberi prioritas pada jaringan tertentu?
  3. Bagaimana agar beban atau bandwidth jaringan seimbang?
  4. Bagaimana mengamankan jaringan?
  5. Bagaimana menentukan jalur alternatif jika terjadi kemacetan atau kesalahan dalam jaringan?
Pada dasarnya perancang jaringan komputer yang baik harus mengikuti beberapa prinsip sebagai berikut:
  • Perhitungkan bandwidth yang dibutuhkan, yang sangat penting agar backbone jaringan dapat menunjang pengiriman data antarsegmen. Hal ini dilakukan dengan menentukan jumlah maksimum workstation dalam satu segmen, atau menentukan jenis peralatan dan protokol jaringan yang tepat.
  • Pelajari aplikasi yang digunakan oleh pemakai, misalnya pemakaian database dengan client-server dimana penggunaan sumber daya yang efektif adalah sangat penting. Misalnya berapa jumlah koien yang dapat berhubungan dengan server.
  • Perhatikan jalur-jalur kritis di mana jika jalur tersebut terputus maka hubungan ke suatu segmen jaringan bisa dialihkan ke jalur alternatif atau backup.
  • Perhatikan keseimbangan beban di jaringan (load balance), di mana jalur ganda dapat digunakan bergantung pada beban jaringan.
  • Pergunakan model desain hierarki dalam mendesain suatu jaringan yang kompleks.
Model desain hierarki yang disebutkan diatas adalah suatu model untuk mendesain jaringan komputer yang banyak dipakai oleh para perancang jaringan, dengan model ini jaringan dibagi dalam tiga lapisan yang berdiri sendiri-sendiri dan mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Dengan menggunakan model desain hierarki ini desain jaringan menjadi lebih mudah, karena perancang jaringan dapat memfokuskan perhatiannya pada suatu lapisan tertentu dan pelacakan kesalahan juga lebih mudah. Ketiga lapisan model hierarki tersebut adalah:
Lapisan Inti (Core)
Lapisan ini merupakan backbone (tulang punggung) jaringan. Dalam lapisan ini, data-data diteruskan secepatnya dengan menggunakan metode dan protokol jaringan yang tercepat misalnya Fast Ethernet 100 Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Untuk toleransi kesalahannya dipergunakan peralatan dan jalur ganda. Dalam jaringan ini kita tidak boleh melakukan penyaringan/filter paket data karena dapat memperlambat transmisi data tersebut.
Lapisan Distribusi (Distribution)
Dalam lapisan ini diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen beradasarkan peraturan yang akan dipakai oleh suatu perusahan, di mana misalnya jaringan dibagi atas departemen-departemen atau workgroup.
Dalam lapisan ini penyaringan/filter data akan dilakukan untuk pembatasan berdasarkan domain collison, pembatasan dari broadcast dan untuk keamanan jaringan. VLAN juga dapat dibuat di lapisan ini untuk menciptakan segmen logika.
Lapisan Akses (Access)
Dalam lapisan akses ini komputer pemakai dihubungkan untuk melakukan akses ke jaringan. Dalam lapisan ini penyaringan/filter data yang lebih spesifik dapat dilakukan untuk pencegahan akses ke suatu komputer tertentu.
Contoh-contoh jaringan dengan model desain hierarki dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhfNqU2BblIW0cfV3P_ATFjiOKBZivAFnGkEQlvKTObogmwVhSfbISg21GL2kj2f0Ie9jM2cnvUY0fPPU1ro0S9LYbuWgv3d1wb0d2HKYRmjavE9bkacovt31GmarvnISb3tq81voy_s0/s400/hierarki+switch.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjC_1hexMQg1-zy5pYq9_KKZiou9X5W333QbuHFe424hoKLJCQLp9aLYvgVs89pY6NtRMTgYhP669AaJeosM10smo-0s4hg9EGxOP5PfPJdliaKjJ_OYeRaJueu0lSxxeAhCzThhl0ojM/s400/hierarki+router.jpg

Selain contoh diatas saya juga memberikan suatu desain sederhana untuk jaringan sebuah hotel yang memiliki dua tower dengan masing-masing tower terdiri dari enam lantai.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLlI8je5Fbtnq76EHizDMUfAvU8Ue645hVpqsdNQJFqrnLlZUkmKhPvnHI2biy4_1JgXFljEULWpcmuG2tK02AszrNvL77uIPzBT3dTtS18-xdFhT8Hc96JDF9_UxtfhRDuhh1WwQ4v5M/s400/hotel.jpg

Dalam desain tersebut media komunikasi yang digunakan berupa fiber optik untuk menghubungkan Switch Core dengan Switch Ditribusi, Kabel UTP Category 6 untuk menghubungkan Switch Ditribusi dengan Switch Akses dan Kabel UTP Category 5e untuk menghubungkan Switch Akses ke Workstation.

Semoga bisa Membantu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar